Minggu, 16 September 2012

Perbedaan Turtle , Tortoise dan Terrapin


disini saya akan membahas mengenai apa sih perbedaan antara Turtle , Tortoise dan Terrapin ? mari kita simak :)

Turtle dan tortoise. Dua-duanya adalah termasuk chelonian. Semua chelonian adalah turtle. Terdapat perbedaan dalam pemberian nama terhadap chelonian berdasarkan wilayah. Di Amerika Serikat, turtle di temukan di sekitar atau di dalam air dan tortoise di temukan di daerah darat. Terrapin adalah turtle yang ditemukan di brackish water (air payau, campuran air asin dan tawar). Pada dasarnya, cobalah lihat kaki belakang mereka. Apabila kakinya berselaput seperti kaki kodok, maka dikatakan turtle. Apabila kaki belakang mereka berbentuk seperti kaki gajah maka dikatakan tortoise.

Di Inggris, mereka menyebut terrapin untuk chelonian air tawar, tortoise untuk chelonian darat, dan turtle untuk kura-kura laut (seperti penyu). Di Australia, tortoise di pakai untuk semua jenis kura-kura kecuali pada penyu. (Tidak ada chelonian darat yang berasal dari Australia). Di Inggris dan Amerika Serikat, terrapin juga kadang-kadang di pakai untuk menunjukkan kura-kura jenis apapun yang biasanya di makan oleh manusia.

Tortoise pada umumnya tidak bisa berenang. Tortoise adalah binatang terrestrial yang berarti mereka hidup di darat. Tidak seperti kura-kura air (turtle), tortoise tidak memiliki kaki yang seperti kaki kodok. Apabila tortoise secara tidak sengaja masuk ke dalam kolam air makan dia akan tenggelam ke dasar laut seperti sebuah batu. Maka dari itu, sangatlah penting untuk menyiapkan tempat yang tidak memiliki daerah yang terdapat air yang dalam selain air dangkal pada tempat minum mereka. Tempat minum mereka, yang biasa di sebut dish, haruslah dangkal jadi mereka bisa dengan mudah untuk minum tanpa harus jatuh kedalam dish atau terbalik ketika ingin minum atau pada saat mau keluar. Ada beberapa spesies tortoise yang bisa berenang dan senang melakukannya tetapi mereka adalah pengecualian dan bukan aturan umum untuk setiap kura-kura darat.

Sumber : http://indoturtle.multiply.com/journal/item/1/Perbedaan-Turtle-Tortoise-dan-Terrapin?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Turtle,
 Tortoise,



Terrapin,


JENIS-JENIS KURA-KURA




Chelidae, kura-kura leher ular


kebanyakan anggotanya memiliki leher yang panjang. Karena tak dapat ditarik masuk, kepala kura-kura ini hanya dilipat menyamping di sisi tubuhnya di bawah lindungan pinggiran tempurung badannya.
Suku kura-kura leher ular menyebar terutama di Papua dan Australia serta pulau-pulau di sekitarnya, dan di Amerika Selatan. Di luar tempat-tempat tersebut ditemukan pula di Pulau Rote, Nusa Tenggara. Habitat kura-kura ini adalah perairan tawar.



Pelomedusidae

merupakan kura-kura air tawar. Kura-kura ini hidup di Amerika Selatan, Afrikadan Madagaskar dan tidak didapati di Indonesia.



Cheloniidae, penyu


Penyu hidup sepenuhnya akuatik di lautan. Kecuali yang betina ketika bertelur, penyu boleh dikatakan tidak pernah lagi menginjak daratan setelah dia mengenal laut semenjak menetas dahulu. Kepala, kaki dan ekor penyu tak dapat ditarik masuk ke tempurungnya. Kaki-kaki penyu yang berbentuk dayung, dan lubang hidungnya yang berada di sisi atas moncongnya


Dermochelyidae, penyu belimbing


memiliki satu anggota saja, yakni penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Hidup di lautan-lautan besar hingga ke daerah dingin, penyu ini merupakan kura-kura terbesar yang masih hidup. Panjang tubuhnya (panjang karapas) dapat mencapai 3 m, meski umumnya hanya sekitar 1.5 m atau kurang, dan beratnya mendekati 1 ton.



Chelydridae

Suku ini terdiri dari kura-kura air tawar berekor panjang dan berkepala besar, yang menyebar di Amerika. Tidak ada di Indonesia.


Kinosternidae

suku kura-kura air tawar kecil dari Amerika bagian tengah. Hewan yang mampu mengeluarkan bau tak enak ini tidak terdapat di Indonesia.


  

Dermatemyidae


Juga menyebar terbatas di Amerika Tengah. Dermatemys berukuran relatif besar dan hidup di sungai-sungai.

Carettochelyidae, labi-labi moncong babi


hanya memiliki satu anggota yang hidup, yakni labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta). Lainnya telah punah dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil. Labi-labi ini menyebar terbatas di Papua bagian selatan dan di Australia bagian utara

Trionychidae, labi-labi



Menyebar luas di Amerika utara, (Eropa ), Afrika dan Asia, ini adalah suku labi-labi yang paling banyak jenisnya. Di Australia, suku ini hanya tinggal berupa fosil.



Filosofi kura-kura





kehidupan kura-kura itu sangat bermakna , dibalik semua kehidupannya terdapat beberapa filosofi yang sangat bagus untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, dan disini ada beberapa filosofi yang saya temukan,

Kura-kura yang sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat namun bijaksana terkadang merupakan antitesis dari dunia yang sekarang bergerak demikian cepat. Untuk hari ini, ada baiknya kita bercermin pada kura-kura yang bergerak lambat namun hidupnya sarat dengan makna.

1. Alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam berkendara. Ingat peribahasa “It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute.” Orang ingin cepat meskipun terkadang hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem sedikit dan menilik semua usaha kita agar tujuan kita tercapai dengan baik dan bukan tercapai dengan asal-asalan.


2. Perisai tempurung yang kuat. Kura-kura mempunyai tempurung yang kuat yang digunakan sebagai perlindungan dari bahaya. Semua orang juga ingin punya tempurung seperti itu. Saat dunia seakan-akan tidak berpihak ke diri kita, kita bisa menyembunyikan diri dalam tempurung kita untuk sementara supaya kita bisa menarik nafas, bersembunyi dan menyusun strategi lagi. Tempurung kita bisa berupa rumah, keluarga, lagu, cerita atau sekedar kenangan indah di masa lalu.

3. Fokus pada sedikit tujuan. Kura-kura tahu, bahwa dengan gerakannya yang lambat, dia tidak mampu untuk mengerjakan banyak hal. Jadi dia fokus kepada hal-hal yang ingin dia kerjakan dan kemudian dia memberikan perhatian penuh pada tujuannya itu. Manusia modern dengan segala yang serba instan, ingin banyak hal dengan cepat dan segera. Pada akhirnya, dia kehilangan fokus apa yang sebenarnya ingin dia kerjakan dan malah mengerjakan hal-hal yang tidak dia inginkan.

4. Kesabaran adalah kelebihan utama seekor kura-kura. Ada cerita tentang seekor kura-kura yang berjalan pelan di atas salju musim dingin. Monyet datang menghampiri dan bertanya mau ke mana kura-kura tersebut. Dijawab bahwa si kura-kura mau berenang di tepian danau. Monyet menertawakannya karena danau sekarang sedang beku total dan si kura-kura tidak mungkin berenang. Kura-kura cuma menjawab, “Pada saat aku sampai ke sana, danaunya sudah mencair.”

5. Lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.

6. Temukan kecepatan pribadimu sendiri dan jangan menjadi minder karenanya. Kura-kura menyadari bahwa dia mempunyai kecepatannya sendiri. Kecepatan yang menjadi miliknya sendiri dan tidak terpengaruh oleh kecepatan dunia di sekitarnya. Dia tidak berupaya untuk menjadi lebih cepat dan berganti nama menjadi kelinci. Dia bergerak sewajarnya, dan tidak merasa kesal jika ada yang bergerak lebih cepat darinya, karena kura-kura sudah menemukan kecepatan pribadinya sendiri.

Kura-kura yang lambat mungkin tidak cocok dengan dunia yang bergerak cepat sekarang ini. Namun, kura-kura adalah guru yang baik, guru yang menghargai setiap waktu yang dia punya dan menghargai kesempatan yang ada sepanjang waktu yang singkat tersebut.

1. Kura-kura selalu membawa 'rumah' yang berat kemanapun dia pergi, dan tidak pernah mengeluh ataupun merasa jenuh dan lelah.    Seekor kura-kura walaupun sedang mendaki sebuah gunung tidak akan pernah menanggalkan rumahnya. Jika kita andaikan rumah si  kura-kura sebagai suatu masalah yang berat maka seperti kura-kura janganlah pernah merasa lelah dan bahkan lari dari suatu  permasalahan walaupun berat. Tetap bertahan dan hadapi dengan pasti.

2. Kura-kura selalu berjalan lurus kedepan dan tidak pernah berjalan mundur.    Hendaknya kita dalam menjalani hidup ini haruslah tetap "lurus".    Terus maju berusaha dan pantang menyerah dalam mengerjakan sesuatu atau dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Tidak pernah     lari dari tanggungjawab dan kewajiban.

3. Kura-kura bisa menyembunyikan tubuhnya ketika mendapati suatu bahaya    Seperti kura-kura kita juga harus mampu melindungi diri dari semua mara bahaya dan mampu mengendalikan diri sehingga terhindar dari bahaya yang dapat mengancam. Seperti pengaruh pergaulan yang buruk, menjadi pecandu, pemabuk dan kejahatan lainnya untuk itu seperti seekor kura-kura kita harus melindungi diri dari segala yang bisa membahayakan diri kita sendiri.

4. Kura-kura memiliki umur yang panjang. Dalam menjalin suatu hubungan baik didunia kerja, persahabatan dan hubungan keluarga dan kekasih maka usahakanlah agar berumur panjang. Memiliki mimpi atau cita-cita yang panjang dan tentunya harapan hidup yang panjang. Melakukan suatu pekerjaan atau usaha bukan karena hanya ikut musim saja tetapi bersungguh-sungguh menjaga agar berlangsung lama.

5. Kura-kura bisa hidup didarat ataupun diair.    Sikap kura-kura yang bisa menyesuaikan diri dengan segala keadaan patut untuk ditiru dalam menjalani suatu pergaulan di masyarakat.    Kita harus bisa menyesuaikan diri dalam bergaul sehingga bisa menjadi pribadi yang menyenangkan.  

Sumber : http://yeshalove.blogspot.com/2011/02/filosofi-kura-kura.html